20 HOURS JOURNEY FROM JAKARTA TO TORONTO (SENECA COLLEGE)

20 HOURS JOURNEY FROM JAKARTA TO TORONTO (SENECA COLLEGE)

Tanggal 21 Juli 2019, hari Minggu pagi pukul 07.00 WIB 15 orang peserta Retooling Luar Negeri bidang Mechatronic Systems Assistans diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno Hatta ke Canada. Salah satu peserta Retooling LN Seneca College – Canada adalah Syamsiar Kautsar, S.ST., M.T., dosen Program Studi Teknik Komputer Jurusan Teknologi Infomasi Politeknik Negeri Jember. Dari bandara Internasional Soekarno Hatta, rombongan menggunakan pesawat Japan Airlines menuju bandara Narita, Jepang. Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan menggunakan pesawat Canada Airlines. Perjalananan ke Canada memakan total waktu 20 jam di udara. Rombongan tiba di bandara internasional Pearson Canada Senin sore tanggal 22 Juli 2019 sekitar pukul 15.00. Selisih antara waktu Toronto dengan Jakarta adalah 11jam lebih awal (GMT-4). Rombongan retooling disambut oleh Fara, project manager dari program retooling antara Kemeristekdikti dengan Seneca College, Canada. Perjalanan ke kampus Seneca ditempuh 45 menit via bus. Rombongan menggunakan bus kampus yang dilengkapi dengan wifi hotspot berkecepatan 20Mbps. Seneca college memiliki 6 kampus: Newnham, King, @York, Markham, Jane, Peterborough. Sekitar pukul 17.00 rombongan tiba di kampus Newnham. Kampus Newham dilengkapi dengan residence dengan standart room mirip hotel bintang 3. Tiap room diisi oleh 2 peserta. Room pada Senece Residence memiliki 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 tempat cuci piring, 1 kulkas, dan 1 microwave. Di setiap lantai terdapat game room, dengan fasilitas tenis meja, billiard dan game console yang dapat dimanfaatkan oleh penghuni residence. Fasilitas laundry disediakan di setiap lantai genap dengan pembayaran menggunakan kartu berRFID

Lokasi pelatihan ditempuh 5 menit perjalanan kaki dari residence. Lokasi pelatihan merupakan laboratorium Mekatranonik Seneca College. Laboratorium ini dilengkapi dengan fasilitas perangkat otomasi buatan Siemens dan Festo. Ke-15 peserta training mendapatkan fasilitas tas, kacamata safety dan toolbox. Di minggu pertama, materi pengenalan tentang Mechatronic Systems Asisstant diberikan oleh Prof Goran Tesanovic. Panggilan profesor disematkan untuk dosen di perguruan tinggi (meskipun di College, pengajar tidak harus S2/S3 asalkan mempunyai pengalaman sebagai industrial expert). Selain berprofesi sebagai dosen di Seneca College, Prof Goran juga bekerja sebagai tenaga profesional di Siemens. Kerjasama antara Seneca College dengan Siemens menghasilkan sistem dual education. Nantinya, selain mendapatkan sertifikasi dari Siemens Internasional, mahasiswa Seneca mendapatkan kesempatan 4 bulan belajar di pabrik Siemens, 6 bulan selanjutnya kembali ke kampus, dan 4 bulan kemudian kembali ke Siemens untuk menjalani pelatihan. Selama proses magang, mahasiswa digaji dengan pembiayaan 50% dari pemerintah, dan 50% dari Siemens. Di program retooling ini, peserta mendapatkan pelatihan selama 4 minggu untuk persiapan sertifikasi Siemens Mechatronics Systems Certification Program (SMSCP) Level 1. Sertifikasi SMSCP Level 1 dikeluarkan oleh Siemens Internasional – Germany.

Di minggu kedua, materi tentang pneumatik diberikan oleh Prof Aleksandra Mucibabic. selain bekerja sebagai dosen Seneca,  Prof. Alexandra merupakan pekerja profesional di Husky. Materi yang diajarkan hampir sama seperti halnya materi pneumatik yang diberikan di kampus tanah air. Hanya saja Seneca College memiliki fasilitas praktek yang sangat baik. Semua modul praktikum pneumatik merupakan hasil kerjasama antara Seneca College dengan Festo Dydactic. Di akhir minggu kedua, yang merupakan public holiday di Canada, peserta retooling berpindah selama 5 hari di kampus King. King kampus berjarak sekitar 30km dari kampus Newnham. Tidak ada perbedaan fasilitas antara kampus King dan kampus Newnham selain suasana yang lebih lengang. Dari pusat kota Toronto, kampus King dapat diakses menggunakan bus antar kota dengan tiket CAD$4.25 (CAD$1 = Rp10.800) dengan waktu tempuh sekitar 50 menit. Pada hari Sabtu di minggu ke-2, peserta mendapatkan fasilitas tour ke Air Terjun Niagara. Air terjun niagara merupakan air terjun dengan debit air terbesar di dunia. Air terjun niagara juga menjadi batas alam antara negara USA dengan Canada. Aliran air sungai yang berasal dari Amerika Serikat menjadikan sisi wilayah Canada menjadi tempat yang pas untuk menikmati indahnya air terjun Niagara. Paket tour Niagara memiliki fasilitas terowongan di bawah air terjun, flying fox, dan kapal yang dapat membawa turis menikmati suasana air terjun dari jarak dekat.  Musim panas di bulan Juli – September merupakan waktu yang tepat untuk berkunjung ke air terjun Niagara

 

Di awal minggu ke-3, peserta retooling kembali ke kampus Newnham untuk melajutkan kegiatan pelatihan. Di minggu ke-3 pelatihan dilanjutkan oleh Prof David Ruan dengan materi PLC&HMI. Prof David juga merupakan seorang industrial expert di bidang teknik kontrol. Di Lab Mekatronikca, perangkat PLC diintegrasikan dengan lengan robot, Siemens Mecatronic Station, dan HMI melalui jalur LAN. Pemrograman dilakukan menggunakan TIA, software pemrograman PLC Siemens. Pada sesi ini, peserta pelatihan dituntut untuk mengeksplor kemampuan logika dan pemrograman untuk dapat menyelesaikan soal-soal yang diberikan. Beberapa materi troubleshooting juga diberikan sebagai persiapan untuk  mengikuti sertifikasi SMSCP level 1. Di akhir minggu ketiga, bertepatan dengan perayaan Idul Adha 1440 H, peserta retooling yang bergama Islam mengikuti sholat Ied di Konsulat Jenderal Toronto yang berlokasi di pusat kota Downtown. Pusat kota dapat ditempuh via bus dan diteruskan menggunakan kereta bawah tanah dengan tiket CAD$3.25 dengan waktu tempuh sekitar 25menit. Di Konjen RI Toronto, peserta retooling bertemu dengan puluhan warga Indonesia yang tinggal di Canada. Dengan jumlah imigran dari timur tengah yang cukup banyak, menemukan masjid dan restoran halal di kota Toronto bukan menjadi hal yang sulit. Warga Canada pun juga sangat ramah terhadap orang asing, baik di kampus maupun tempat umum. Selain itu, meskipun 70% agnostik, warga Canada sangat tertib peraturan. Meskipun tidak dilengkapi dengan CCTV, ketika melewati perempatan dengan tanda stop maka pengendara secara sadar untuk mengurangi kecepatan kendaraannya. Hak-hak pejalan kaki sangat diperhatikan oleh pengendara kendaraan bermotor. Pun dengan kebiasaan menggunakan kendaraan umum. Kursi khusus untuk difabel / usia lanjut benar-benar digunakan oleh yang berkebutuhan. Antrian keluar-masuk kendaraan umum juga berjalan secara tertib dengan mendahulukan penumpang yang hendak turun terlebih dahulu.

Di minggu ke-4, dilaksanakan exercise untuk persiapan test SMCP Level 1. Membahas tentang ujian, perkuliahan di Seneca membolehkan mahasiswa berpakaian bebas rapi (boleh memakai kaos), yang wajib adalah bersepatu dan datang tepat waktu. Untuk sesi ujian teori di ruang kelas, adalah hal yang wajar mahasiswa membawa segelas kopi / teh hangat di meja ujian. Namun, untuk safety reason, makanan dan minuman dilarang dibawa di laboratorium. Pada hari Jumat, tepat sehari sebelum perayaan kemerdekaan Republik Indonesia, dilakukan ujian SMSCP Level 1. Ujian dilakukan di laboratorium komputer secara on-line. Soal ujian SMSCP Level 1 diakses secara on-line ke server Siemens Germany. Alhamdulillah, setelah melaksanakan ujian selama 2 jam, kelimabelas peserta berhasil lulus tes dan berhak mendapatkan sertifikat SMSCP Level 1. Keesokan harinya, pukul 10.00 waktu Toronto, rombongan retooling terbang kembali ke tanah air. Perjalanan ditempuh selama 15 jam penerbangan ke Hongkong, dan dilanjutkan 5 jam penerbangan ke Jakarta. Sekitar pukul 22.00 WIB, rombongan retooling Seneca tiba di bandara Soekarno Hatta dengan keadaan sehat wal afiat.

Extra time...

            Di setiap Rabu di minggu 1,2 dan 3, terdapat jadwal untuk kunjungan industri. Di minggu pertama, dilakukan trip ke pabrik Festo. Di Festo Canada, beberapa pekerja berasal dari luar Canada. Beberapa talenta terbaik perusahaan Festo di berbagai negara didatangkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja profesional di Festo Canada. Di minggu ke-2, dilakukan trip ke Siemens Canada Limited. Siemens Canada Limited mendominasi pasar teknologi manufaktur di Canada. Siemens juga melakukan kerjasama di hampir semua institusi yang ada di Canada. Sistem kerjasama ini, selain membantu insitusi pendidikan, juga memberikan dampak positif bagi perusahaan. Perusahaan dapat memperoleh talenta terbaik untuk direkrut melalui berbagai program kerjasama dengan kampus. Sistem dual education dengan Seneca pun membuat spesifikasi lulusan program studi mekatronik sesuai dengan kebutuhan perusahan-perusahaan manufaktur, sehingga ketika direkrut, perusahaan tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya untuk training SDM.  Di minggu ke-3, dilakukan trip ke Kuka Robotics. Kuka Robotics merupakan perusahaan terkemuka di dunia sebagai produsen lengan robot industri dengan presisi tinggi. Kuka robotics memproduksi lengan robot dari ukuran lengan manusia, hingga seukuran mini bus. Teknologi terbaru dari kuka robotics adalah sensor sentuh yang dipasang di seluruh bagian robot. Hal ini meningkatkan safety untuk pengoperasian lengan robot. Kuka Robotics juga mengembangkan 7 DOF (normal 6 DOF) lengan robot untuk meningkatkan performa dari lengan robot. Ketiga perusahaan tersebut juga konsen terhadap pengembangan industri 4.0. Produk-produk yang dikembangkan oleh Siemens, Festo dan Kuka dapat diakses menggunakan smart phone melalui jaringan internet. Hal ini tentu saja menjadi peluang besar bagi lulusan Jurusan Teknologi Informasi untuk berkiprah di industri-industri terkemuka seperti Siemens, Festo dan Kuka.

Budaya self-service

            Seperti di negara-negara maju lainnya, self-service menjadi budaya di masyarakat Canada. Setelah makan baik itu di kantin kampus, food court mall ataupun restoran cepat saji, maka secara sadar warga Canada akan membuat sisa bungkus makanan di tempat sampah dan mengembalikan baki makanan ke tempat yang telah disediakan. Untuk pembelian makanan atau produk-produk lainnya, sebagian besar masyarakat Canada menggunakan kartu debit/kredit. Di beberapa restoran cepat saji, pembeli dapat memilih makanan di layar sentuh, melakukan pembayaran di EDC yang telah disediakan, lalu tinggal menunggu makanan selesai. Pembeli tidak harus antri di kasir untuk melakukan pemesanan makanan. Pun di beberapa supermarket, pembeli dapat melakukan scan barcode secara mandiri dan melakukan pembayaran melalui mesin EDC. Mesin minumanpun juga dilengkapi dengan EDC sehingga pembelian dapat dilakukan secara non-tunai. Pun dengan proses check-in di bandara Canada dapat menggunakan komputer dengan layar sentuh –yang dilengkapi dengan scanner paspor- yang disediakan pihak bandara, sehingga pencetakan boarding pass hingga pendaftaran barang di bagasi dapat dilakukan tanpa perlu mengantri di petugas bandara. Inovasi-inovasi seperti ini masih tergolong jarang di Indonesia sehingga dapat menjadi peluang usaha bagi lulusan Jurusan Teknologi Informasi.

Standart biaya sekali makan di Toronto adalah CAD$7-$12 atau sekitar Rp80.000-Rp150.000. Harga kopi starbuck hampir sama dengan di Indonesia, dimulai dari harga CAD$3.50, separuh dari harga kebab di restoran cepat saji ala timur tengah. Sehingga menjadi pemandangan yang lumrah bagi para pekerja bangunan yang sedang merenovasi gedung Seneca membawa segelas kopi starbuck di pagi hari sebelum bekerja.  Di Toronto, semua pembelian barang dikenakan pajak sebesar 13%. Untuk pengambilan uang tunai di ATM kampus dikenakan charge $1.5, sedangkan di lokasi perbelanjaan dikenakan charge $3. Charge hanya diberlakukan bagi pengambilan uang tunai, untuk transaksi pembelian di toko menggunakan kartu debit/kredit, total transaksi langsung di konversi ke rupiah tanpa dikenakan charge tambahan. Semua kartu debit dan kredit berlogo Visa dan Mastercard dapat digunakan untuk melakukan transaksi.  Yang menarik, untuk sodaqoh di masjid, disediakan layar yang dilengkapi mesin EDC sehingga donasi dapat diberikan secara non-tunai. Selain itu, semua infrastruktur bangunan di Canada, baik di kampus, pusat perbelanjaan, tempat wisata dsb., sangat memperhatikan hak-hak kaum disabilitas. Di kampus, semua ruangan dilengkapi dengan automatic door lock sehingga memudahkan akses pengguna kursi roda. 

Penutup

Akhir kata, pengalaman retooling di Canada adalah suatu anugerah besar dari Tuhan Yang Maha Esa. Dari yang awalnya mendaftar program retooling di Nanyang Polytechnic Singapura, karena jumlah peserta tidak memenuhi kuota akhirnya pihak Kemenristekdikti memberi tawaran untuk pindah lokasi di Seneca College, Canada. Pengalaman pelatihan di Seneca menjadi pengalaman yang sangat berharga dan semoga dapat memberi manfaat bagi pengembangan institusi di Politeknik Negeri Jember untuk mencapai visi menjadi Politeknik terkemuka di Asia pada 2035.

Penulis: Syamsiar Kautsar, S.ST., M.T.
Editor: Angga Gumilang (Admin)


Bagikan Artikel :