Sonic-Chain Antar Mahasiswa JTI Polije Raih Prestasi Internasional di FertInnovation Challenge 2025

Jakarta Pusat, 04 Februari 2026 – Mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Jember kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui ajang FertInnovation Challenge 2025. Dalam kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Pupuk Indonesia bekerja sama dengan Indonesia Agrichemical Research Institute (IARI) ini, tim menghadirkan sebuah inovasi bertajuk  Sonic-Chain: AI-Driven Yield Forecasting and Fertilizer Supply Chain Optimization via Ultrasonic Plant Bioacoustics.

Sonic-Chain merupakan solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang memanfaatkan bioakustik ultrasonik tanaman untuk memprediksi hasil panen sekaligus mengoptimalkan rantai pasok pupuk. Dengan pendekatan ini, kebutuhan pupuk dapat dipetakan secara lebih presisi berdasarkan kondisi biologis tanaman secara real-time, sehingga distribusi pupuk menjadi lebih efisien, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Inovasi ini selaras dengan bidang lomba AI-Driven Agri Supply Chain, yang menekankan pemanfaatan teknologi cerdas dalam sektor pertanian.


Kompetisi ini berlangsung mulai dari tahap pendaftaran pada 6 Oktober hingga 20 November 2025, dilanjutkan dengan screening per kategori, seleksi Top 20, hingga Top 3 Best Innovation, sebelum akhirnya mencapai tahap Final Pitching & Awarding pada Desember 2025. Melalui proses seleksi yang ketat, Sonic-Chain berhasil menarik perhatian dewan juri dengan pendekatan teknologinya yang unik dan aplikatif.

Tim Sonic-Chain terdiri dari mahasiswa lintas program dan institusi, yaitu Azrieal Akbar Zackiansyah (Manajemen Informatika)Ahmad Bayu Putra Dewantara (Teknik Komputer), serta Park Hyerim dari Kyungpook National University, Korea Selatan. Di bawah bimbingan Bapak Muhammad Hafidh Firmansyah, S.Tr.Kom., M.Sc., kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kerja sama multidisipliner dan internasional mampu melahirkan solusi inovatif di bidang pertanian.


Salah satu anggota tim, Azrieal Akbar Zackiansyah, menyampaikan :

Alhamdulillah luar biasa senang dan bersyukur bisa mendapatkan Best Innovation untuk kompetisi ini. Jujur, prosesnya sangat menantang, terutama saat harus meyakinkan juri tentang teknologi bioakustik yang masih baru ini dalam waktu sangat sempit. Apalagi tim kita juga lintas negara jadi gabisa berdikusi langsung secara face to face. Tapi hasil ini membuktikan bahwa kerja keras dan riset mendalam kamu tidak pernah mengkhianati hasil. Harapan ke depan cuma satu yaitu kami ingin ide ini segera direalisasikan, agar dapat mewujudkan food sufficiency dan kemajuan pertanian Indonesia.

Selaku dosen pembimbing, Muhammad Hafidh Firmansyah turut menyampaikan :

“Ahamdulillah, mudah - mudahan menjadi inspirasi bagi rekan mahasiswa yang lain, kegiatan akademik tidak hanya bisa dilaksanakan di ruangan kelas saja, tetapi melalui event - event lomba seperti ini, dimana skill kita diuji secara langsung oleh khalayak umum, semoga dengan bertambahnya juara ini bisa membantu mengharumkan nama JTI dan Polije”

Penghargaan atas capaian ini secara resmi diterima pada 4 Februari 2026, sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa dan mahasiswi Politeknik Negeri Jember untuk terus berkontribusi melalui riset dan inovasi teknologi. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju penerapan nyata Sonic-Chain dalam mendukung transformasi pertanian cerdas dan berkelanjutan di masa depan.