Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang diakibatkan oleh virus
dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes Aegypti. DBD adalah salah
satu tipe penyakit meluas yang bisa memunculkan wabah dan dapat menyebabkan
kematian. Sehingga dibutuhkan pencegahan dan penanganan secara cepat dan tepat
sasaran pada daerah yang terjangkit DBD tinggi. Tujuan penelitian ini untuk
membuat sistem informasi geografis penyebaran DBD di Kecamatan Binakal
menggunakan metode K-means Clustering.
Tahapan metode penelitian meliputi studi literatur, pengumpulan data,
analisis data, perancangan sistem, implementasi sistem, pengujian sistem dan
pembahasan. Variabel yang digunakan ada 2 yaitu jumlah penderita DBD dan
jumlah meninggal DBD di setiap desa di Kecamatan Binakal. Dari variabel data
tersebut kemudian dikelompokkan menjadi 3 kategori berdasarkan tingkat
kerawanan yang meliputi daerah endemis, daerah potensial dan daerah bebas. Hasil
dari pengelompokkan tersebut kemudian divisualisasikan dalam bentuk peta,
daerah endemis ditandai warna merah, daerah potensial ditandai warna kuning dan
daerah bebas ditandai dengan warna merah.
Sistem telah dilakukan pengujian dengan User Acceptance Testing (UAT),
black box testing dan pengujian akurasi dengan membandingkan hasil perhitungan
sistem dan perhitungan manual K-means Clustering diperoleh 87,5%, sehingga
dapat disimpulkan bahwa sistem dapat mengklaster data dengan benar namun
masih terdapat beberapa data yang terklaster pada kelompok yang lain.