Laporan Tugas Akhir ini merangkum perjalanan saya dalam mengembangkan aset visual untuk aplikasi Augmented Reality (AR) "Edusains Kebun Qur'an", sebuah proyek yang berawal dari pencapaian tim kami sebagai Juara 1 kategori Hackathon di ajang KMIPN V. Berangkat dari kebutuhan anak usia dini (PAUD) terhadap media belajar sains dan nilai Islami yang interaktif, teknologi AR hadir sebagai solusi yang menawarkan pengalaman lebih interaktif. Namun, tantangan terbesar dari aplikasi AR berbasis mobile adalah beban komputasi. Jika aset 3D terlalu berat, aplikasi akan terasa lambat (lagging). Oleh karena itu, peran utama saya dalam penelitian ini adalah merancang, memproduksi, dan mengoptimasi model 3D agar tetap menarik bagi anak-anak namun sangat ringan saat dieksekusi oleh smartphone. Seluruh proses ini saya kerjakan menggunakan metode ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation), dengan mengandalkan perangkat lunak Blender untuk pemodelan dan Unity untuk integrasinya.
Dalam tahap produksinya, saya secara khusus menerapkan teknik low poly modeling bergaya stylized yang dipadukan dengan pewarnaan dasar tanpa material kompleks (albedo only). Pendekatan ini sangat krusial dan terbukti efektif untuk menekan jumlah poligon hingga hanya berkisar di angka 500-1500 saja per objek. Hasilnya, saya berhasil memproduksi 8 model 3D buah-buahan Al-Qur'an (seperti delima, zaitun, pisang, kurma, dll.) yang kemudian diintegrasikan dan dikalibrasi presisi dengan marker pada buku cetak Smart Kids Book melalui Vuforia SDK. Performa dan visual aset 3D ini telah divalidasi dengan hasil yang sangat memuaskan, terbukti dari perolehan skor uji kelayakan sebesar 97?ri Ahli Media, 84?ri Ahli Materi, dan 90?ri respons guru serta orang tua pengguna.
Secara keseluruhan, proyek ini membuktikan bahwa estetika visual dan efisiensi performa (frame rate) dapat berjalan beriringan untuk menciptakan media edukasi yang imersif dan stabil. Untuk rencana keberlanjutan ke depannya, saya menargetkan pengembangan aplikasi ini agar memiliki variasi aset 3D yang lebih luas, seperti penambahan seri hewan, sayuran, dan tumbuhan lain yang ada di dalam Al-Qur'an. Selain itu, saya juga merencanakan peningkatan interaktivitas objek melalui penambahan animasi gerak agar pengalaman belajar anak-anak dengan aplikasi "Kebun Qur'an" menjadi jauh lebih hidup dan menyenangkan.