Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem penerjemah suara real-time berbasis aplikasi Android dengan mengintegrasikan tiga model kecerdasan buatan, yaitu Automatic Speech Recognition (ASR) menggunakan Whisper Small, Neural Machine Translation (NMT) menggunakan Opus-MT, dan Text-to-Speech (TTS) menggunakan Piper TTS. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berbahasa Inggris masyarakat Indonesia yang berada di peringkat ke-80 dari 113 negara berdasarkan EF English Proficiency Index (EPI) 2024, yang menjadi hambatan di sektor pendidikan, bisnis, dan pariwisata. Sistem dikembangkan dengan pipeline berurutan ASR–NMT–TTS, di mana input suara dikonversi menjadi teks, diterjemahkan ke bahasa target, lalu dikeluarkan kembali dalam bentuk suara. Antarmuka dibangun menggunakan framework Flutter, sementara seluruh model di-fine-tuning menggunakan dataset Mozilla Common Voice dan korpus paralel OPUS dengan pembagian 80% data latih dan 20% data uji. Hasil evaluasi menunjukkan model ASR Whisper Small mencapai akurasi transkripsi sebesar 87,17% dengan Word Error Rate (WER) 12,83% setelah fine-tuning. Model NMT Opus-MT memperoleh skor BLEU 45,94 untuk arah Indonesia–Inggris dan 40,74 untuk Inggris–Indonesia. Model TTS Piper menghasilkan nilai Mel Cepstral Distortion (MCD) sebesar 6,69 dB (Indonesia) dan 5,78 dB (Inggris). Secara keseluruhan, sistem terintegrasi mampu menjalankan pipeline penerjemahan dengan rata-rata latensi ±3,2 detik per kalimat. Pengujian Black Box Testing menunjukkan seluruh fitur berjalan sesuai harapan, sedangkan User Acceptance Test (UAT) terhadap 30 responden menghasilkan nilai rata-rata variabel desain 91%, variabel sistem 86%, dan variabel model sistem 88%. Sistem ini terbukti efektif dalam mengatasi hambatan bahasa dan membuka peluang pengembangan lebih lanjut seperti penambahan bahasa daerah dan pengurangan latensi melalui teknik streaming.