Analisis Sentimen Trend Fashion Pada Sosial Media Instagram Di Indonesia Untuk Mengetahui Opini Publik Dengan Menggunakan Metode Naive Bayes, Syarafina Khalishah, NIM E41212349, Tahun 2026, hlm, Teknologi Informasi, Politeknik Negeri Jember, Elly Antika, ST, M.Kom Pembimbing). Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan sentimen publik terhadap dua brand fashion lokal Indonesia yang populer di Instagram, yaitu This Is April dan MyRubylicious, melalui komentar Instagram yang diperoleh menggunakan teknik web scraping. Total data yang berhasil dikumpulkan sebanyak 1.813 komentar, terdiri atas 1.013 komentar dari This Is April dan 800 komentar pada MyRubylicious. Dataset kemudian dibagi menjadi 70?ta latih dan 30?ta uji untuk mendukung proses klasifikasi dengan algoritma Naïve Bayes. Sebelum proses klasifikasi, data diproses melalui beberapa tahapan preprocessing meliputi cleaning, tokenizing, normalizing, stopword removal, dan stemming, kemudian dilakukan pembobotan kata menggunakan metode TF-IDF (Term Frequency–Inverse Document Frequency) yang merepresentasikan kepentingan suatu kata dalam dokumen secara proporsional, sehingga kata-kata yang lebih informatif memperoleh bobot lebih tinggi dalam proses klasifikasi. Evaluasi performa model dilakukan menggunakan confusion matrix. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model pada brand This Is April mencapai akurasi sebesar 98,36%, sedangkan pada brand MyRubylicious mencapai akurasi sebesar 99,17%. Hasil ini membuktikan bahwa algoritma Naïve Bayes mampu melakukan klasifikasi sentimen dengan sangat baik pada kedua brand fashion lokal tersebut. Hasil klasifikasi sentimen pada kedua brand menunjukkan dominasi sentimen positif secara konsisten, yang mencerminkan tingginya tingkat kepuasan dan penerimaan konsumen Instagram terhadap produk kedua brand fashion lokal tersebut. Secara keseluruhan, performa model pada MyRubylicious sedikit lebih tinggi dibandingkan This Is April, namun keduanya telah mencapai nilai akurasi yang sangat tinggi dan membuktikan efektivitas pendekatan Naïve Bayes berbasis TF-IDF untuk klasifikasi sentimen teks berbahasa Indonesia.