Tingkat literasi di Indonesia masih tergolong rendah, terbukti dari hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2023 yang menempatkan Indonesia di peringkat 68 dari 81 negara. Kondisi ini dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang masih tradisional, keterbatasan fasilitas, dan minimnya akses terhadap bahan bacaan berkualitas. Penelitian terdahulu telah berupaya meningkatkan literasi siswa melalui teknologi, namun masih terdapat gap yang belum diatasi, di antaranya belum tersedianya platform yang mengintegrasikan ruang baca digital, fitur text-to-speech, kuis setelah membaca materi, dan sistem reward dalam satu aplikasi yang sama. Penelitian ini mengembangkan aplikasi pembelajaran interaktif berbasis Android bernama Epic Story yang difokuskan pada siswa SD Luqman Al Hakim. Pengembangan aplikasi menggunakan metode Agile dengan framework Flutter dan Gemini AI sebagai LLM. Aplikasi menyediakan fitur ruang baca digital berupa flashcard dan buku, text-to-speech untuk membantu kelancaran membaca, kuis edukatif yang di-generate secara otomatis oleh Gemini AI, serta sistem reward untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Pengujian dilakukan menggunakan Black Box Testing dengan metode equivalence partitioning dan SUS. Hasil Black Box Testing menunjukkan tingkat keberhasilan 100?ri total 49 test case yang tersebar pada keempat sprint pengembangan. Pengujian SUS terhadap 36 responden menghasilkan skor rata-rata 83,33 yang termasuk dalam kategori Acceptable. Selain itu, juga dilakukan analisis dampak penggunaan aplikasi melalui pengujian peningkatan literasi membaca melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan dari 64,44 menjadi 80,00 dengan N-Gain 0,531, dan pengujian motivasi belajar menggunakan kuesioner 5 pernyataan dengan skor 12,78, yang menunjukkan respons positif siswa terhadap aplikasi.