Dalam kamus Bahasa Indonesia Game diartikan sebagai permainan. Game
adalah sesuatu yang anda mainkan (Schell, 2008). Game berbeda dengan mainan
(toy). Mainan adalah sebuah objek yang kita mainkan. Namun permainan dan mainan
sama – sama harus memiliki unsur kesenangan (fun). Sedang bermain adalah
kegiatan apapun yang kita lakukan secara spontan dan untuk diri sendiri (Santayana
dalam Schell,2008). Sehingga makna keseluruhan dari game adalah struktur
Interaktif yang membuat pemain berjuang menuju sebuah tujuan (Costikyan dalam
Schell,2008).
Penggunaan teknologi dalam pembelajaran perlu dilakukan. Guru dapat
mengembangkan pengetahuan dan melibatkan peserta didik melalui teknologi yang
digunakan. Strategi penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat dilakukan
dengan menggunakan media pembelajaran. Sebagaimana yang diketahui bahwa
media merupakan alat yang digunakan untuk menyampaikan informasi/pesan.
Informasi yang diperoleh peserta didik akan menjadi lebih bermakna bila peserta
didik melakukan kegiatan sendiri untuk memperoleh informasi. Hal tersebut
didasarkan pada teori konstruktivisme,bahwa seseorang akan seringkali
mengakomodasi dan mengasimilasi terhadap informasi yang diperoleh dengan
konsep/pengetahuan yang sebelumnya sudah ada dalam dirinya. Pengetahuan akan
mudah diterima ketika media yang disusun memperhatikan karakteristik kemampuan
otak dalam menyimpan informasi. Kemampuan otak dalam menyimpan informasi
akan maksimal bila peserta didik memaksimalkan potensi working memory yakni
kemampuan otak dalam mengolah informasi (Mayer,2009). Kualitas pendidikan
dapat ditingkatkan dengan mengikuti kemajuan perkembangan kehidupan global.
Perkembangan global erat kaitannya dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang dapat membantu kehidupannya sehari-hari.Kelebihan lain adalah game edukasi mampu merangsang rasa ingin tahu peserta didik sehingga termotivasi untuk belajar (Ang & Rao,2008). Selain itu
melalui pembelajaran berbasis multimedia (game) pendidik juga dapat meningkatkan
kualitas pengajaran dan dapat menyiapkan peserta didik untuk berpikir kritis dan
problem solving (Chen & Wang,2009; Schilling,2009). Muehrer et al.,(2012)
menyatakan bahwa game dan simulasi dalam pembelajaran sains dapat meningkatkan
kualitas pembelajaran baik dalam pembelajaran formal maupun informal. Divjak B &
Tomic D (2011) juga melaporkan bahwa game berbasis komputer pada pembelajaran
matematika berpengaruh terhadap sikap peserta didik. game yang akan digunakan
pada wilayah tersebut. Berdasarkan latar belakang dapat diketahui bahwa analisis
kebutuhan game edukasi perlu dilakukan.Visual novel merupakan game yang di dalamnya terdapat Unsur multimedia seperti teks, gambar,suara,dan video,serta memberikan kesempatan pemain untuk
memilih berbagai macam pilihan dalam permainan. Jr. et al. (2013,p. 265)
merekomendasikan agar visual novel game digunakan sebagai konsep dari sebuah
pembelajaran,karena dapat membantu siswa menikmati pembelajaran yang terdapat
di dalamnya. Visual Novel sebenarnya berupa novel bercampur media,dari yang
dulunya media cetak berupa buku cerita novel menjadi permainan video cerita
interaktif. Di visualisasi dengan gambar berupa tokoh dari novel tersebut,gambar
kejadian-kejadian yang patut divisualkan.