IMPLEMENTASI EXPONENTIAL SMOOTING UNTUK FORECASTING CUACA AWAL DALAM MENDUKUNG KEPUTUSAN AWAL TANAMAN PANGAN, Dwi Nafis Mahardika, NIM E41212382, Tahun 2024, Teknologi Informasi, Politeknik Negeri Jember, Ery Setiyawan Jullev Atmadji, S.Kom, M.Cs (Pembimbing Praktik Kerja Lapang), Farida Nur Ummi S.Psi. (Pembimbing Lapang).
Praktik Kerja Lapang (PKL) merupakan salah satu kegiatan wajib dalam program pendidikan kampus Politeknik Negeri Jember yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam pengembangan softskill dan hardskill diluar sistem pembelajaran yang ada di kampus, serta dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keahlian profesional dengan keterampilan, pengetahuan, serta etos kerja yang sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini. Kegiatan PKL dilaksanakan di sebuah perusahaanyang berfokus pada Big Data dan Teknologi Artificial Intelligence (AI), yaitu di PTGlobal Data Inspirasi (Datains). PT Global Data Inspirasi resmi berdiri pada tanggal 2 Mei 2018 dan berlokasi di Yogyakarta. Dalam kegiatan PKL tersebut, dilakukan implementasi exponential smoothing pada sebuah website bernama Smart-Agri untuk Kementerian Pertanian yang nantinya akan disebarkan kepada petani.
Website Smart-Agri adalah platform berbasis website yang dirancang untuk membantu petani dan pemerintah daerah dalam menentukan tanaman pangan yang paling cocok untuk ditanam berdasarkan prediksi cuaca. Platform ini menyediakan informasi mengenai perkiraan musim hujan dan kemarau di berbagai wilayah, sekaligus memberikan rekomendasi tanaman yang sesuai dengan kondisi iklim tersebut. Melalui platform ini, petani dapat mengambil keputusan yang lebih tepat, sehingga berpotensi meningkatkan produktivitas dan
vii
hasil pertanian mereka. Platform Smart-Agri memungkinkan petani untuk merencanakan musim tanam dan pemeliharaan tanaman secara lebih efektif. Selain itu, pemerintah daerah juga dapat menggunakan platform ini untuk menganalisis tren iklim dan kondisi pertanian di wilayahnya, sehingga dapat membantu dalam pengambilan kebijakan dan alokasi sumber daya secara lebih efisien