Bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) merupakan program sosial yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin. Namun, dalam pelaksanaannya, proses penentuan penerima bantuan sering kali menghadapi kendala, seperti kurangnya transparansi dan subjektivitas dalam pengambilan keputusan. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan suatu sistem pendukung keputusan (SPK) yang dapat membantu dalam pemilihan penerima bantuan secara lebih objektif dan efisien. Penelitian ini mengembangkan SPK menggunakan metode Metode TOPSIS dipilih karena kemampuannya dalam melakukan perbandingan multi-kriteria dan menghasilkan alternatif yang paling mendekati solusi ideal. Sistem ini menggunakan beberapa kriteria, seperti kondisi rumah, penghasilan keluarga, jumlah tanggungan, dan status kepemilikan tanah. Data kriteria tersebut diolah melalui tahapan perhitungan TOPSIS, meliputi normalisasi data, pembobotan kriteria, hingga penentuan peringkat akhir. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem ini mampu memberikan rekomendasi penerima bantuan RTLH secara objektif dan transparan. Dengan adanya SPK berbasis TOPSIS, pemerintah desa dapat meningkatkan akurasi dan keadilan dalam proses seleksi, sehingga program bantuan RTLH dapat tepat sasaran