Sistem absensi manual yang masih digunakan di SMK Taruna Bakti Kertosono memiliki beberapa kelemahan, seperti risiko kesalahan pencatatan, manipulasi kehadiran, proses rekapitulasi yang membutuhkan waktu, serta penyimpanan dokumen fisik yang rentan rusak atau hilang. Penelitian sebelumnya telah mengembangkan absensi berbasis QR Code, RFID, fingerprint, dan geolocation, tetapi masih ditemukan keterbatasan, seperti kebutuhan perangkat tambahan, penggunaan aplikasi pemindai pihak ketiga, tampilan antarmuka yang belum optimal, serta validasi kehadiran yang hanya mengandalkan lokasi tanpa mekanisme tambahan. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun aplikasi absensi siswa berbasis mobile dengan metode Scrum di SMK Taruna Bakti Kertosono menggunakan framework Flutter yang terintegrasi dengan sistem website, dilengkapi pemindaian QR Code bawaan dan validasi lokasi menggunakan GPS. Proses pengembangan dilakukan secara bertahap melalui empat siklus sprint, sedangkan pengujian sistem menggunakan Black-Box Testing tipe Functional dengan teknik Use Case Testing serta Usability Testing dengan metrik Time on Task. Hasil Use Case Testing menunjukkan bahwa seluruh fitur pada sisi siswa dan guru berhasil berjalan sesuai skenario dengan tingkat keberhasilan 100%. Hasil Time on Task menunjukkan bahwa 32 siswa menyelesaikan presensi digital dalam 157 detik dengan rata-rata 4,91 detik per siswa. Fitur yang diuji meliputi autentikasi, jadwal, presensi QR Code, riwayat presensi, perizinan, notifikasi, profil, pengelolaan kehadiran, pelaporan ketidaksesuaian, pengiriman pengumuman, serta aktivitas guru. Hasil tersebut menunjukkan bahwa aplikasi telah memenuhi kebutuhan fungsional sistem dan mendukung proses absensi digital yang lebih efisien, terintegrasi, terarah, serta adaptif melalui penerapan Scrum.