UMKM Warkop Cak Imin menghadapi kendala pencatatan keuangan yang
mana masih menggunakan metode manual untuk pencatatan pada tiga cabangnya
(Begadung, Warujayeng, Kediri), yang memicu risiko kesalahan data dan
menyulitkan pemantauan oleh owner. Penelitian terdahulu banyak membangun
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) UMKM, namun mayoritas hanya berfokus pada
satu lokasi usaha tunggal dan belum mengakomodasi konsolidasi laporan akuntansi
formal multi-cabang secara real-time. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan
untuk merancang dan membangun Sistem Informasi Akuntansi (SIA) berbasis
website yang dapat membantu pengelolaan transaksi dan penyusunan laporan
keuangan secara terintegrasi.
Pengembangan sistem menggunakan metode Waterfall yang meliputi
tahapan requirements analysis, design, development, testing, dan maintenance.
Sistem dikembangkan menggunakan framework Laravel, bahasa pemrograman
PHP, dan database MySQL. Implementasi sistem menghasilkan website yang dapat
diakses melalui http://wkpcakimin.infinityfreeapp.com dengan fitur login,
dashboard, pengelolaan produk, pembelian, penjualan, biaya operasional, jurnal
umum, buku besar, laporan laba rugi, serta pengelolaan akun sesuai hak akses
pengguna.
Pengujian sistem dilakukan menggunakan Blackbox Testing dengan teknik
Equivalence Partitioning dan Usability Testing menggunakan metode System
Usability Scale (SUS). Hasil Blackbox Testing menunjukkan bahwa seluruh 71 test
case dinyatakan valid, sehingga seluruh fungsi sistem berjalan sesuai kebutuhan.
Sementara itu, hasil pengujian SUS memperoleh skor rata-rata 75, yang termasuk
dalam kategori Acceptable, Grade B, dan Adjective Rating Good, sehingga
menunjukkan bahwa sistem mudah digunakan dan dapat diterima oleh pengguna.
Berdasarkan hasil penelitian, Sistem Informasi Akuntansi berbasis website
yang dikembangkan mampu membantu UMKM Warkop Cak Imin dalam
mengelola transaksi keuangan secara lebih efektif, menghasilkan laporan keuangan
secara otomatis, serta memudahkan owner dalam memantau kondisi keuangan pada
setiap cabang. Meskipun demikian, sistem masih dapat dikembangkan lebih lanjut
melalui peningkatan konsistensi antarmuka, penyediaan panduan penggunaan, serta
penambahan fitur pendukung agar dapat memberikan pengalaman penggunaan
yang lebih baik