Tuberkulosis Paru merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan gejala klinis yang seringkali menyerupai penyakit pernapasan lain seperti Pneumonia, sehingga menyulitkan proses diagnosis secara dini. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem deteksi dini Tuberkulosis Paru menggunakan algoritma Naïve Bayes berdasarkan data rekam medis pasien dari Rumah Sakit Citra Husada Jember. Data yang digunakan terdiri atas sembilan gejala klinis dengan dua kategori label kelas, yaitu TB Paru dan Tidak TB, yang diperoleh dari data diagnosis Tuberkulosis dan
Pneumonia. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan metode Waterfall dengan mengintegrasikan aplikasi berbasis web menggunakan Framework Laravel sebagai antarmuka pengguna, Flask API sebagai backend pemrosesan model machine learning, dan MySQL sebagai basis data. Hasil pengujian model menggunakan 5-fold cross validation dan memperoleh rata-rata akurasi sebesar 80,28%, sedangkan pengujian pada data testing menghasilkan nilai akurasi sebesar 85,14%, precision sebesar 0,91, recall sebesar 0,79, dan F1-score sebeesar 0,84. Pengujian sistem menggunakan Black Box Testing menunjukkan bahwa seluruh fungsi sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan, sedangkan hasil User Acceptance Testing (UAT) terhadap 30 responden memperoleh persentase penerimaan sebesar 90,62% yang berada pada kategori sangat setuju. Dengan demikian, sistem deteksi dini Tuberkulosis Paru yang dikembangkan dapat digunakan sebagai media bantu skrining awal yang efektif, mudah digunakan, dan dapat diterima dengan baik oleh pengguna.