Penelitian ini mengembangkan sistem pemetaan risiko stunting pada balita berbasis website dengan menggabungkan algoritma K-Nearest Neighbors (KNN) dan Geographic Information System (GIS). Pengembangan sistem ini dilatarbelakangi oleh proses pencatatan data yang masih dilakukan secara manual serta belum adanya visualisasi berbasis wilayah, sehingga menyulitkan pemantauan kondisi stunting. Sistem ini memanfaatkan beberapa variabel, yaitu jenis kelamin, umur, tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas, lingkar kepala, serta z-score tinggi badan menurut umur dan z-score berat badan menurut umur, untuk melakukan klasifikasi status gizi balita secara otomatis. Pengujian klasifikasi dilakukan menggunakan confusion matrix dengan membandingkan nilai K = 3, 5, 7, dan 9 menggunakan 500 data latih dan 261 data uji, di mana K = 5 menunjukkan performa terbaik dengan accuracy sebesar 88,1%, precision 37,0%, recall 89,5%, specificity 88,0%, dan F1-score sebesar 52,3%. Meskipun nilai precision masih relatif rendah, tingginya nilai recall menunjukkan bahwa sistem memiliki kemampuan yang baik dalam mendeteksi balita berisiko stunting sebagai upaya deteksi dini. Dengan demikian, sistem ini dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu pengambilan keputusan dalam pemantauan risiko stunting berbasis wilayah. Namun, sistem masih memerlukan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan precision dan mencapai keselarasan antara hasil klasifikasi dan kondisi aktual di lapangan.