Kota Jember memiliki potensi kerawanan banjir akibat kondisi geografis dan pengaruh faktor meteorologi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerawanan banjir di wilayah Kota Jember dengan unit analisis tingkat desa/kelurahan guna memberikan informasi mitigasi yang lebih akurat. Metode yang digunakan adalah algoritma K-Means Clustering untuk mengelompokkan wilayah berdasarkan parameter seperti temperatur, kelembapan, arah angin, tutupan awan, tutupan lahan, dan kondisi cuaca. Proses pengelompokan menghasilkan tiga kluster tingkat kerawanan, yaitu Kluster 0 (rendah), Kluster 1 (sedang), dan Kluster 2 (tinggi). Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 22 wilayah, sebanyak 16 wilayah (72,7%) termasuk kategori sedang, 5 wilayah (22,7%) kategori rendah, dan 1 wilayah (4,3%) kategori tinggi, dengan nilai Silhouette Score sebesar 0,4665 yang menunjukkan kualitas clustering yang cukup baik. Hasil analisis spasial kemudian diintegrasikan ke dalam sistem informasi geografis berbasis web menggunakan Leaflet.js dengan data GeoJSON untuk menghasilkan visualisasi peta interaktif. Dengan adanya visualisasi ini, diharapkan dapat menjadi instrumen pendukung keputusan bagi pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember dalam menyusun strategi mitigasi yang lebih efektif.