Pengujian perangkat lunak merupakan tahapan penting dalam menjamin kualitas dan keandalan sistem, khususnya pada aplikasi pembelajaran berbasis web yang bersifat adaptif. AMetative HLE (Adaptive Metacognitive Hypermedia Learning Environment) merupakan sistem pembelajaran yang mengklasifikasikan tingkat self-monitoring mahasiswa untuk menyesuaikan konten pembelajaran secara adaptif. Kompleksitas fitur seperti daftar akun, login, pengisian kuesioner, klasifikasi pengguna, materi pembelajaran, riwayat, dan resume pembelajaran menuntut adanya pengujian yang sistematis dan efisien. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus (case study) dengan metode blackbox testing yang diimplementasikan melalui pengujian otomatis menggunakan Selenium WebDriver. Proses pengujian mengacu pada tahapan Software Testing Life Cycle (STLC) yang meliputi requirement analysis, test planning, test case development, test environment setup, test execution, regression testing, dan test cycle closure. Pengujian dilakukan terhadap 186 test case yang mencakup fitur utama sistem AMetative HLE. Hasil pengujian menunjukkan bahwa 142 test case berhasil dijalankan dengan tingkat keberhasilan sebesar 76,34%, sedangkan 44 test case lainnya mengalami kegagalan yang disebabkan oleh permasalahan validasi input dan navigasi sistem. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar fitur utama sistem dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan fungsional yang telah didefinisikan dalam Requirements Traceability Matrix (RTM). Penerapan Selenium WebDriver mampu mendeteksi kesalahan secara lebih cepat, konsisten, dan terstruktur dibandingkan pendekatan manual, serta mendukung pelaksanaan regression testing untuk memastikan stabilitas sistem. Pengujian otomatis terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas dan keandalan fungsional website AMetative HLE sebagai sistem pembelajaran adaptif berbasis web.