Aplikasi DiKantin di Politeknik Negeri Jember yang menyediakan 190 variasi menu dari 13 kantin sering kali menyebabkan kebingungan pengguna karena sistem rekomendasi yang berjalan masih bersifat acak dan belum dipersonalisasi. Ketiadaan saran yang relevan ini memperlama waktu pengambilan keputusan dan memunculkan masalah Cold Start bagi pengguna baru yang belum memiliki riwayat interaksi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengimplementasikan serta membandingkan performa metode Content Based Filtering (CBF), Collaborative Filtering (CF) dan Hybrid Filtering berbasis mekanisme Switching guna menangani masalah Cold Start dan menentukan metode yang paling optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental komparatif dengan mengolah data eksplisit dan implisit langsung dari database DiKantin. Aktivitas interaksi implisit pengguna kemudian dikonversi menjadi skala bobot preferensi menggunakan kerangka kerja AIDA (Attention, Interest, Desire, Action). Performa algoritma dievaluasi secara matematis melalui metrik MAE, RMSE, Precision, Recall, F1-Score dan NDCG. Sementara penerimaan sistem diukur melalui User Acceptance Testing (UAT) before – after terhadap 103 responden civitas akademika. Berdasarkan pengujian, metode Hybrid Filtering dengan nilai threshold 20 interaksi terbukti paling unggul. Metode ini sukses mencatatkan nilai Precision 0,044, Recall 0,151, F1-Score 0,059, Category Precision 0,710 serta NDCG 0,175 melampaui capaian skor NDCG 0,166 milik metode CBF. Evaluasi prediksi metode CF juga menunjukkan tingkat kesalahan yang stabil dan rendah dengan nilai MAE 0,1709 dan RMSE 0,2130. Implementasi algoritma terbaik ini terbukti memberikan dampak positif secara langsung terhadap pengalaman pengguna, yang ditunjukkan dengan peningkatan metrik kepuasan responden sebesar +1,01 dari skor awal 3,26 menjadi 4,27 setelah sistem diterapkan.